Jumat, 26 Juni 2009

on

Jangan jadi PNS, PNS itu Koruptor. Benarkah??


Dikutip sesuai aslinya dari blog ini

Artikel ini telah aku update karena mungkin menyinggung beberapa orang meski sebenarnya sudah saya konfirmasi pada artikel selanjutnya, jangan dibaca kalimat yang telah saya coret(tidak terlihat pada artikel ini). Saya bukan menggeneralisasi karena kenyataanya banyak banget PNS yang jujur, namun telah dikotori oleh ulah segelintir orang saja. Mohon dibaca dengan hati tenang oke!

Beberapa waktu lalu aku main di salah satu website yang tergabung dalam Cosa Aranda Network (CAN) yaitu www.uneg2.com , itu adalah website tempat buat Anda2 yang pengen curhat, kebetulan ada curhatnya seorang PNS yang menarik menurutku untuk kutanggapi, seperti berikut ini :

Aku terlahir dari keluarga PNS, umurku saat ini sudah 31 tahun. Aku saat ini hidup di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bersama istri tercintaku dan putri mungil kami.
Seperti keluargaku yang lain, aku bekerja sebagai PNS. Meskipun dapat dikatakan mapan, aku sangat susah dengan pekerjaan ini. Hatiku menjerit ketika harus bergelut dengan proyek2 yang banyak dikorupsi oleh atasan.
Menurut aku, hampir 100 persen proyek ada kebocoran dana, meskipun kecil. Meskipun kalau menerima bagian hasil korupsi juga seneng tapi hati menjerit. Haruskah anakku ikut memakan barang yang haram? kalau aku menolak, bagaimana dengan teman dan atasan?
Sebenarnya aku sangat ingin rejeki yang halal melalui usaha, tetapi apa?

Ini adalah kisah nyata, betapa menderitanya seseorang itu hidup sebagai PNS... makanya bagi Anda yang belum jadi PNS, saya sarankan jangan jadi PNS ya kalo nggak ingin hidup Anda dihantui perasaan bersalah seumur hidup saya saranakan untuk jadi PNS, guna bersama-sama memperbaiki citra PNS.

Beberapa PNS mengelak diri dengan mengatakan "Ah yang penting kita jujur!" atau "Ah itu tergantung orangnya!", hem....

Aku punya cerita nyata juga tentang ibuku yang kebetulan juga PNS.
Ibuku adalah seorang PNS (Guru SD), beliau suatu ketika dikasih tugas untuk menjadi koordinator pengajar program Kejar Paket buat orang2 lanjut usia yang belum bisa membaca. Pemerintah menganggarkan 3 juta rupiah untuk biaya operasionalnya yang akan diserahkan kepada ibuku., untuk keperluan membeli buku n mengajar. Tapi apa yang terjadi ibuku hanya menerima uang 1 juta rupiah, yang 2 juta hilang dimakan oleh orang2 maaf "BEJAT" negeri ini. Ibuku "dipaksa" membuat nota pengeluaran sebesar 3 juta rupiah untuk menutupi kesalahan orang2 "BEJAT" ini. Ibuku terpaksa melakukannya karena sudah keluar uang banyak buat ngajar orang2 dalam program kejar paket tadi.
Ini adalah satu kisah aja yang pernah ibuku ceritakan padaku, salahkah ibuku?? hanya Tuhan yang tahu?? ini sangat menyedihkan, orang2 yang bermaksud baik (seperti ibuku) jadi "seolah-olah" hina!, hem Anda mungkin juga berpikir begitu.

Aku harap para wakil rakyat yang sekarang kampanye melihat hal ini. Banyak sekali korupsi di instansi2 pemerintahan (emang nggak semua tapi harus diakui banyak banget) , semakin memperburuk citra PNS. Ingin sekali aku suatu saat nanti bisa jadi orang penting di negeri ini, akan ku bongkar semua kasus korupsi di negeri ini, meski nyawa ini taruhannya.

Aku punya beberapa temen dijakarta yang sikapnya sangat merendahkan PNS. Katanya : "PNS itu kerjanya malas2an, korupsi, belanja pada jam kerja dll".

Makanya buat Anda yang belum jadi PNS, nggak usah lah jadi PNS. Berusahalah untuk jadi PNS

Hem.. meski saya sendiri PNS juga sih...

Tapi Alhamdulillah aku PNS di Departemen Keuangan, Departemen yang pertama kali menerapkan Reformasi Birokrasi, dengan memperbaiki sistem, menutup celah KKN, n memperbaiki kinerja. Ini sangat menyenangkan buatku, mudah2an Instansi2 lain akan mengikuti Depkeu.

Bagaimana pendapat Anda???

Nb.

Jangan bawa2 sistem khilafah dalam berkomentar disini. oke. why??? bacalah ulasan ini

"Saya orang yang lemah, tua lagi, badan saya sudah lumpuh, saya terpaksa harus meminta-minta dijalan n menunggu datangnya orang dermawan. Sakit hati saya."

Lalu Anda menjawab

"BagaimanapunAnda harus bekerja!"
atau
"Bagaimanapun Anda harus punya uang!"

mungkin ini pengkiasan yang kurang tepat tapi demikianlah. Saya ingin kritik, saran n masukan yang membangun. Maaf aku nggak mengeneralisasi looo, tapi aku harap Anda tidak menutup mata lagi