Kamis, 27 Agustus 2009

on

CUTI TAHUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Cuti bagi Pegawai Negeri Sipil adalah keadaan tidak masuk kerja yang di izinkan oleh Pejabat Pembina kepegawaian dalam jangka waktu tertentu. Cuti bagi Pegawai Negeri Sipil terdiri dari : Cuti Tahunan, Cuti Besar, Cuti Sakit, Cuti Bersalin, Cuti Karena alasan Penting dan Cuti di Luar Tanggungan Negara. Kali ini kita akan membahas tentang CUTI TAHUNAN bagi Pegawai Negeri Sipil.


Pegawai Negeri Sipil termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil berhak atas cuti tahunan maksimal telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus menerus dan lamanya adalah 12 (dua belas) hari kerja dan tidak dapat dipecah - pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 (tiga) hari kerja. Hal ini sesuai dengan penjelasan pada PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksudkan dengan bekerja secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak terputus karena menjalankan cuti di luar tanggungan Negara atau karena diberhentikan dari jabatan dengan menerima uang tunggu. Untuk mendapatkan cuti tahunan Pegawai Negeri Sipil, yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.

Cuti tahunan yang akan dijalankan ditempat yang agak sulit komunikasinya, maka jangka waktu dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari kerja. Bagi Pegawai Negeri Sipil yang tidak mengambil Cuti Tahunan dalam jangka waktu tahun yang bersangkutan, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas ) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan. Begitu pula dengan Cuti tahunan yang tidak diambil lebih dari 2 (dua) tahun berturut-turut, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.

Cuti tahunan hanya dapat ditangguhkan pelaksanaannya apabila Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya karena ada pekerjaan yang mendesak yang harus segera diselesaikan. Penangguhan ini tidak boleh lebih lama dari 1 (satu) tahun. Cuti tahunan yang ditangguhkan sebagaiman dimaksud di atas dapat diambil dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.

Pegawai Negeri Sipil termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan guru pada sekolah dan dosen pada perguruan tinggi, baik yang mengajar pada sekolah / perguruan tinggi Negeri maupun yang dipekerjakan / diperbantukan untuk mengajar pada sekolah / perguruan tinggi swasta yang mendapat liburan menurut peraturan perundang - undangan yang berlaku, tidak berhak atas cuti tahunan.