Kamis, 21 November 2013

on

PERMINTAAN DAN PEMBERIAN CUTI DI LINGKUP PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG



I.          JENIS-JENIS CUTI
1.      CUTI TAHUNAN
a.  Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus menerus berhak cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 (tiga) hari kerja.  Lamanya cuti tahunan yang tidak diambil tahun sebelumnya dapat diambil pada tahun berjalan untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja.  Lamanya cuti tahunan yang tidak  diambil 2 (dua) tahun atau lebih sebelumnya dapat diambil pada tahun berjalan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja.
b. Lamanya cuti tahunan dikurangi dengan cuti bersama yang jumlahnya ditentukan Keputusan Pemerintah.
c.    Pegawai Negeri Sipil yang menjadi guru pada sekolah dan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan tidak berhak atas cuti tahunan.
2.      CUTI BESAR
a.  Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus berhak cuti besar selama 3 (tiga) bulan dan apabila diambil kurang dari 3 (tiga) bulan, maka sisa cuti besarnya hapus.
b.    Cuti besar dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban agama, misal menunaikan ibadah haji.
c.  Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan cuti besar tidak berhak menerima tunjangan jabatan.
3.      CUTI SAKIT
 a.   Pegawai Negeri Sipil yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan dengan perantaraan orang lain.
 b.  Pegawai Negeri Sipil yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari berhak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter.
 c.  Pegawai Negeri Sipil yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari berhak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan, diberikan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun dan dapat ditambah untuk paling lama 6 (enam) bulan apabila dipandang perlu.  Apabila berdasarkan hasil pengujian yang bersangkutan belum sembuh, maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena sakit.
 d. Pegawai Negeri Sipil wanita yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1,5 (satu setengah) bulan.
 e.  Pegawai Negeri Sipil yang mengalami kecelakaan dalam dan oleh karena menjalankan tugas kewajibannya berhak atas cuti sakit sampai sembuhnya.
4.      CUTI BERSALIN
a.  Pegawai Negeri Sipil wanita berhak cuti bersalin untuk persalinan kesatu, kedua dan ketiga selama 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) sesudah persalinan.
b.    Pegawai Negeri Sipil wanita yang akan bersalin untuk keempat kali dan seterusnya dapat diberikan cuti diluar tanggungan Negara atau dapat menggunakan cuti besar apabila memiliki hak atas cuti besar.
5.      CUTI KARENA ALASAN PENTING
a.   Pegawai Negeri Sipil berhak atas cuti karena alasan penting untuk paling lama 2 (dua) bulan, dan diberikan hanya untuk waktu yang diperlukan saja.
b.   Cuti karena alasan penting digunakan karena menurut ketentuan hukum Pegawai Negeri Sipil harus mengurus hak-hak atas ibu, bapak, istri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia dan untuk melangsungkan perkawinan yang kesatu.
6.      CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA
a.    Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus karena alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat diberikan cuti diluar tanggungan Negara untuk paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya.
b. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan Negara, Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan dari Negara dan masa kerjanya tidak diperhitungkan.

II.       SYARAT-SYARAT PERMINTAAN IZIN CUTI

 1.   Tidak sedang menjalani hukuman disiplin.
 2.   Surat Pengantar dari Pimpinan Unit Organisasi.
 3.  Salinan Surat Keputusan Jabatan Terakhir.
 4.   Salinan Surat Pembayaran Ibadah Haji/Umroh/Keagamaan (untuk Cuti Besar).
 5.   Surat Keterangan Sakit dari dokter/ dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan/ bidan (untuk Cuti Sakit atau Cuti Bersalin).

III.    JADWAL PERNYAMPAIAN PERMINTAAN IZIN CUTI

Penyampaian permintaan izin cuti diajukan:

1.     Tiga bulan sebelumnya bagi cuti diluar tanggungan Negara.

2.      Dua bulan sebelumnya bagi:
a.   permintaan cuti yang dijalankan di luar negeri, kecuali cuti besar untuk keperluan agama.
b.   permintaan cuti diluar tanggungan Negara, kecuali untuk persalinan keempat dan
     seterusnya.
c.   permintaan cuti bagi pejabat struktural Eselon II.
d.   permintaan cuti bagi Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional dan Fungsional Umum 
     Golongan/Ruang IV/c ke atas.

3.     Satu setengah bulan sebelumnya bagi:
a.    permintaan cuti bagi Pejabat Struktural Eselon III yang berada di lingkup Sekretariat
     Daerah dan Camat.
b.    permintaan cuti Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional dan Fungsional Umum 
     Golongan/Ruang IV/b.

4.      Satu bulan sebelumnya bagi:
a.    permintaan cuti bagi Pejabat Struktural Eselon III ke bawah, kecuali yang berada di 
     lingkup Sekretariat Daerah dan Camat.
b.    permintaan cuti bagi Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional dan Fungsional Umum 
     Golongan/Ruang IV/a ke bawah.